Sukarelawan Jokowi Telah Melihat Bukti Kegagalan Pemerintah

Sukarelawan Jokowi Telah Melihat Bukti Kegagalan Pemerintah
Ilustrasi, tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Foto: Ricardo/JPNN.com

Padahal, beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Tiongkok, Singapura hingga Vietnam sudah mengalami pertumbuhan ekonomi.

Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus sekitar 0,74 persen.

Karena itu, Adi kembali menantang presiden untuk merombak total kabinetnya, terutama yang berkaitan dengan pemulihan perekonomian bangsa.

"Khususnya Erick Thohir, Sri Mulyani, Sofyan Djalil dan Syahrul Yasin Limpo, karena telah membuat petani sengsara akibat harga pupuk yang melambung," pungkas Adi.

Sebelumnya, Jokowi meminta seluruh jajarannya termasuk pemerintah daerah mempercepat penyerapan anggaran.

Menurut presiden, realisasi belanja APBN masih di angka 15 persen, sementara APBD masih 7 persen.

Kemudian,  serapan belanja anggaran pemulihan ekonomi nasional baru 24,6 persen, dari Rp 700 triliun yang disiapkan pemerintah untuk memulihkan ekonomi dari dampak pandemi.

"Supaya kita tahu semuanya, realisasi belanja pemerintah masih rendah, sekitar kurang lebih 15% untuk APBN, dan 7% untuk APBD, masih rendah. Serapan belanja PEN juga masih rendah, baru 24,6%. Sekali lagi kecepatan, tetapi juga ketepatan sasaran," kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2021, Kamis (27/5) lalu.(gir/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Sukarelawan Jokowi di Pilpres 2019 lalu menyoroti kegagalan pemerintah menyelamatkan negara dari dampak pandemi COVID-19.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News