Surabaya Berduka, Relawan JOIN Ikut Prihatin

Surabaya Berduka, Relawan JOIN Ikut Prihatin
Dukungan untuk warga Surabaya atas bom bunuh diri di Surabaya. Foto: PersebayaSurabaya1927

jpnn.com, JAKARTA - Para pendukung Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar yang tergabung dalam Relawan Jokowi-Cak Imin (JOIN) merasa ikut prihatin atas teror bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Koordinator JOIN Faisol Riza menyatakan, aksi teror bom yang menimbulkan korban jiwa itu tak bisa dibenarkan dengan dalil apa pun.

"Aksi Bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya tidak bisa dibenarkan atas nama apa pun. Relawan JOIN mengutuk keras tindakan tersebut," ujar Faisol melalui pesan singkat.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengungkapkan rasa belasungkawa terhadap para korban teror bom. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tegar dan bersatu menghadapi teror.

Surabaya Berduka, Relawan JOIN Ikut Prihatin
Koordinator Relawan JOIN Faisol Riza. Foto: dokumen JPNN

"Masyarakat Indonesia tidak akan takut dan terpecah belah dengan adanya kejadian aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Saya yakin warga negara Indonesia semuanya akan bersatu melawan aksi terorisme yang ada di Indonesia," ujarnya.

Faisol pun menyayangkan insiden teror itu tak bisa dicegah. Sebab, mestinya rencana teroris sudah bisa dicegah pasca-penyanderaan di Rutan Mako Brimob beberapa waku lalu.

"Aksi teror yang terjadi pagi ini, harusnya bisa diantisipasi, karena sebelumnya sudah ada kerusuhan di Mako Brimob yang melibatkan puluhan narapidana terorisme," ujarnya.(jpg/jpnn)

Relawan JOIN mengajak seluruh pihak untuk tetap tegar dan kompak dalam menghadapi terorisme. Aksi bom bunuh diri tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.