Survei Bima Arya: 11 Persen Reponden Percaya Covid-19 Ialah Konspirasi

Survei Bima Arya: 11 Persen Reponden Percaya Covid-19 Ialah Konspirasi
Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai pemahaman warga terhadap bahaya penularan Covid-19 tampak mengendur. Hal itu diketahui Bima Arya setelah Pemerintah Kota Bogor menggelar survei dengan tim laboratorium forensik Covid-19 Indonesia dan sebuah lembaga swadaya masyarakat Singapura.

"Mayoritas enggak paham apa itu Covid-19. Mayoritas warga merasa bahwa jauh dari Covid-19, sedikit kemungkinan terpapar," ujar Bima dalam diskusi daring dengan tema PSBB Lagi?, Sabtu (12/9).

Hasil survei itu, kata dia, sebagian masyarakat berpikir Covid-19 adalah konspirasi yang sengaja dibuat. Sebelas persen responden menyatakan Covid-19 ialah teori konspirasi.

Sebagai catatan, survei yang dibeberkan Bima Arya melibatkan sekitar 21 ribu responden di Kota Bogor. 

"Sebelas persen percaya teori konspirasi, 29 persen enggak percaya teori konspirasi, 50 persen bingung bisa iya (konspirasi) bisa enggak," ungkap dia.

Namun, Bima tidak membeberkan sikap 10 persen reponden survei, atas Covid-19. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci tingkat kepercayaan dan waktu survei dilakukan.

Bima hanya berbicara soal temuan survei ini bisa menjadi acuan membuat kebijakan. Misalnya soal pekerjaan rumah yang perlu dilakukan, jika ingin memperketat Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB) 

Sebelum melaksanakan PSBB, pemerintah perlu berkonsentrasi penuh meningkatkan edukasi warga. Utamanya menyamakan persepsi atas bahaya penularan Covid-19. 

Bima Arya membuat survei tentang sikap masyarakat terhadap Covid-19. Bagaimana hasilnya? Simak selengkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News