Selasa, 20 November 2018 – 20:49 WIB

Survei IDM, Pasangan MS Diunggulkan

Senin, 13 Mei 2013 – 14:44 WIB
Survei IDM, Pasangan MS Diunggulkan - JPNN.COM

JAKARTA -- Lembaga Indonesia Development Monitoring (IDM), Minggu (12/5), memaparkan hasil survei terkait pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Provinsi Maluku Utara, yang akan digelar Juli 2013.

Direktur IDM, Fahmi Hafel, menjelaskan, dalam survei tersebut ditemukan sebanyak 0,70 persen responden memilih Hein Namotemo-Malik Ibrahim (Hein-Malik) dan 14,35 persen memilih Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-DOA).

Kemudian, 26,50 persen memilih KH. Abdul Ghani Kasuba-Muhammad Nasir Thaib (AGK-MANTAP) dan 19,60 persen memilih Syamsir Andili-Benny Laos (SA-BEL). Berikutnya, sebanyak 28,85 persen  memilih Muhajir Albar-Sahrin Hamid (MS), dan 3,05 persen memilih Namto Hui Roba-Ismail Arifin (NHR-IA). "Serta 6,95 persen responden menjawab tidak tahu," paparnya, di Jakarta, seperti dalam siaran pers yang diterima JPNN, Senin (13/5).
 
Fahmi membeberkan, untuk untuk tingkat popularitas, sebanyak 63,70 persen responden mengenal Hein Namotemo.  Kemudian, Ahmad Hidayat Mus 87,56 persen, KH. Abdul Ghani Kasuba 85,60 persen, Syamsir Andili 82,30 persen, Muhajir Albar 84,65 persen, Namto Hui Roba 72,65 persen dan responden menjawab tidak kenal sebanyak 1,40 persen.
           
"Jika pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara dilaksanakan saat ini maka bisa dipastikan terjadi dua putaran, (diikuti) oleh pasangan Muhajir Albar-Sahrin Hamid (MS) dan KH. Abdul Ghani Kasuba," kata dia.
           
Fahmi melanjutkan, dilihat dari pergerakan popularitas dan elektabilitas, pasangan Muhajir Albar-Sahrin Hamid (MS) lebih unggul dari pasangan yang lain. "Sehingga dengan waktu kurang lebih dua bulan ke depan ini pasangan MS bisa di pastikan memenangkan pilgub Malut satu putaran," paparnya.
          
Dijelaskan, survei dilaksanakan pada 5 hingga 30 April 2013 dengan sampel 5.000 orang. Namun, yang berhasil dianalisa hanya 4.947 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Sampel berasal dari  240  kelurahan / desa  dan 720 Rukun Tetangga yang terdistribusi secara proporsional di sembilan kabupaten / kota. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dengan mengisi quisioner  oleh pewawancara yang telah dilatih.

"Dengan jumlah sample sebanyak  5.000 maka toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen," paparnya.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 42 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot  check). "Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti," ungkap Fahmi. (boy/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar