Selasa, 21 Mei 2019 – 14:45 WIB

Survei: Masih Ada yang Percaya Orang Tua Jokowi Kristen

Selasa, 08 Januari 2019 – 20:24 WIB
Survei: Masih Ada yang Percaya Orang Tua Jokowi Kristen - JPNN.COM

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia menyoroti berbagai isu yang dialamatkan ke dua pasangan calon presiden yang bertarung di Pilpres 2019, pada survei bertajuk 'Media Sosial, Hoaks dan Sikap Partisan Dalam Pilpres 2019.

Salah satunya, tuduhan orang tua Jokowi beragama Kristen. Hasilnya, mayoritas responden tidak memercayai tudingan tersebut.

"Kepada responden kami menanyakan apakah ibu/bapak tahu atau pernah mendengar berita atau kabar yang menyebutkan Jokowi terlahir dari orangtua yang beragama Kristen? Sebanyak 20 persen menyatakan tahu atau pernah mendengar tuduhan tersebut," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, saat merilis hasil survei di Cikini, Jakarta, Selasa (8/1).

Sementara 80 persen responden lainnya, kata Burhanuddin, tidak mengetahui isu tersebut. Burhanuddin lebih lanjut mengatakan, dari 20 persen responden yang pernah mendengar isu orangtua Jokowi Kristen, sebanyak 53 persen tidak memercayainya.

"Hanya 20 persen yang percaya, sisanya sebanyak 23 persen menyatakan tidak bisa menilai," katanya.

Isu lain, Indikator Politik Indonesia juga menanyakan isu terkait paham komunis. Hasilnya, 76 persen tidak memercayai paham komunis seperti yang dahulu diusung oleh PKI, saat ini sedang berusaha untuk bangkit kembali.

"Hanya 18 persen setuju dengan isu bahwa saat ini paham komunis sedang berusaha bangkit kembali. Di antara yang setuju dengan isu tersebut, mayoritas merasa hal tersebut merupakan ancaman bagi negara, 85 persen," kata Burhanuddin.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar