Survei: Prabowo Vs Ganjar Makin Sengit, Anies Melorot, Cak Imin Paling Parah

Survei: Prabowo Vs Ganjar Makin Sengit, Anies Melorot, Cak Imin Paling Parah
Arsip foto - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dalam diskusi Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) di Jakarta, Jumat (5/8/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym/aa.

Demokrat terus mendesak agar cawapres Anies segera ditentukan untuk menahan laju turunnya elektabilitas figur capres pengusung perubahan tersebut. Tetapi belakangan muncul nama Cak Imin menggantikan usulan AHY yang digadang-gadang oleh Demokrat.

“Kubu Anies tampaknya tidak ingin menghendaki persoalan cawapres ini berlarut-larut hingga menggerus elektabilitas,” terang Hatta. Figur Cak Imin juga dipilih mengingat Anies dirasa lemah basis dukungannya di Jawa Timur yang merupakan basis Nahdlatul Ulama (NU).

Namun apakah memasangkan Cak Imin bisa mengungkit kembali dukungan terhadap Anies? Jika dilihat, elektabilitas Cak Imin selalu di posisi buncit dan tak pernah bergerak menembus 1 persen. Sebaliknya, elektabilitas AHY cenderung stabil dan kini sebesar 4,0 persen.

Dengan dideklarasikannya Anies-Cak Imin, setidaknya bisa terbentuk tiga pasangan capres-cawapres, yang dikuasai oleh tiga besar capres. Tidak menutup kemungkinan sampai empat pasangan, jika terjadi dinamika lanjutan menjelang pendaftaran ke KPU pada Oktober nanti.

Di luar tiga besar, selain AHY, ada pula nama-nama seperti Puan Maharani (4,3 persen), Ridwan Kamil (4,2 persen), Erick Thohir (3,4 persen), dan Sandiaga Uno (3,3 persen. Erick dan Sandi masuk dalam radar cawapres untuk Prabowo dan Ganjar.

Selain itu masih ada nama-nama seperti putera sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (1,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (1,5 persen), dan Airlangga Hartarto (1,1 persen), Lalu ada Andika Perkasa (0,8 persen), Mahfud MD (0,7 persen), dan Yenny Wahid (0,5 persen).

Nama-nama lain memiliki elektabilitas yang sangat kecil, dan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 7,7 persen. “Dinamika politik masih sangat cair di tengah waktu yang tersisa dua bulan menuju pendaftaran capres-cawapres,” pungkas Hatta.

Survei CPCS dilakukan pada 21-27 Agustus 2023, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dil/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Persaingan memperebutkan posisi unggul masih berlanjut antara dua bakal capres, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News