Survei SehatQ: 88 Persen Warga Indonesia Bersedia Divaksin Covid-19

Survei SehatQ: 88 Persen Warga Indonesia Bersedia Divaksin Covid-19
Webinar bertajuk 'Bagaimanakah Jaminan Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19?', besutan SehatQ dan Bio Farma. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Startup di bidang health tech SehatQ melakukan survei untuk menggali persepsi publik terhadap vaksin Covid-19. Survei yang dilakukan secara online pada Oktober 2020 melibatkan 797 responden. 

Hasil survei tersebut berhasil memetakan pandangan publik terhadap kehadiran vaksin di masa pandemi saat ini.

“Hasil survei memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat bersedia menerima vaksin Covid-19,” kata CEO SehatQ, Linda Wijaya dalam webinar bertajuk 'Bagaimanakah Jaminan Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19?', besutan SehatQ dan Bio Farma, Kamis (21/1).

Dia menyebutkan, dari total 797 responden, sebanyak 88% di antaranya (699 orang) bersedia mendapatkan vaksin. Dari segi waktu pemberian vaksin, sebagian besar responden yaitu sebanyak 49% (394 orang) berharap vaksinasi massal dilakukan apabila kualitas vaksin telah terbukti efektif.

Sementara itu, ada sebanyak 19% responden (155 orang) yang ingin vaksinasi dilakukan secepatnya. Di luar keduanya, ada masing-masing 10% (76 orang) dan 9% (74 orang) yang memilih mendapatkan vaksin sesuai jadwal pemerintah dan setelah kelompok prioritas menerimanya.

SehatQ juga menggali informasi dari para responden yang belum bersedia menerima vaksin. 

"Dalam suvei kami, ada 12% responden dari total responden (98 orang dari 797 orang) yang menolak vaksin dengan empat alasan," sebut Linda.

Pertama, para responden (66% responden atau 98 orang yang menolak) tidak yakin terhadap keamanan maupun efektivitas vaksin Covid-19.

SehatQ melakukan survei untuk melihat tanggapan publik terhadap vaksin Covid-19 di mana sebagian besar masyarakat bersedia menerima vaksin Covid-19

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News