Susu Formula Bebas Bakteri Sakazakii

Kemenkes Tetap Himbau Pemberian ASI

Susu Formula Bebas Bakteri Sakazakii
Susu Formula Bebas Bakteri Sakazakii
"Hasilnya adalah isolat bakteri. Dalam proses penelitiannya, peneliti berburu bakteri (Sakazakii)," kata dia. Untuk berburu bakteri tersebut, terang Trihono, susu formula yang diteliti di-basi-kan beberapa kali. Hasil penelitian dengan tujuan isolasi ini, tidak dapat dipublikasikan.

 

Sedangkan dalam survei atau penelitian Kemenkes, hasil penelitiannya mencerminkan ada atau tidak pencemaran bakteri Sakazakii. "Informasi nama atau merek bisa dipublikasikan," tambah Trihono.

 

Dalam pelaksanaannya, tim dari Kemenkes, IPB, dan BPOM, mengambil sample dari seluruh merek dagang susu formula yang sudah terdaftar dan dipasarkan tahun ini. Seluruh sample dari 47 merek dagang susu formula yang disurvei, diambil secara acak di pasar tradisional hingga di swalayan. Trihono juga menjelaskan, survei ini telah melakukan pengujian laboratorium.

 

Sementara itu, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bertindak sebagai kuasa hukum Kemenkes dan BPOM siap melawan jika ada permintaan eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pernyataan tersebut, disampaikan langsung oleh Direktur Perdata Kejagung Faidoni.

 

JAKARTA - Pemerintah memenuhi janjinya untuk membeber ke publik hasil survei cemaran mikroba Enterobacter Sakazakii (E. Sakazakii) dalam susu formula.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News