JPNN.com

Sidang Tahunan MPR RI di Tengah Pandemi

Syarief Hasan: Konvensi Ketatanegaraan Tetap Digelar dengan Model Baru

Jumat, 14 Agustus 2020 – 21:30 WIB
Syarief Hasan: Konvensi Ketatanegaraan Tetap Digelar dengan Model Baru - JPNN.com
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI – DPD RI yang digelar pada Jumat (14/8/2020).

Pasalnya, meski dalam masa Pandemi Covid-19, konvensi ketatanegaraan tersebut tetap digelar dengan model baru yang memperhatikan protokoler kesehatan.

Dia memandang bahwa Sidang Tahunan MPR RI ini penting digelar untuk memberikan kesempatan kepada Presiden RI selaku Kepala Negara menyampaikan kinerja Tahunan Pemerintah dan lembaga-lembaga tinggi negara Indonesia.

“Lewat Sidang Tahunan ini, Indonesia sebagai negara demokrasi menunjukkan keterbukaan kinerja kepada rakyat sebagai salah satu asas yang mesti dijunjung tinggi,” ungkap Syarief Hasan saat konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Memang, dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan  pentingnya kerja bersama  dalam mengatasi Pandemi Covid-19 dan keluar dari krisis ekonomi yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 5,32%.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan memandang bahwa pidato Presiden Jokowi sarat pesan.

Ia pun mendorong agar kementerian dan instansi pemerintahan dapat membaca pesan Presiden Jokowi contoh Pemerintah akan melakukan lompatan besar dalam menghadapi Covid dan resesi ekonomi. Selama ini banyak pesan Presiden Jokowi yang tidak mampu dibaca dan dijewantahkan dengan baik oleh para menterinya.

Apalagi, dalam beberapa kesempatan terakhir, Presiden Jokowi beberapa kali menegur menteri dan pejabat pemerintahan lainnya yang dianggap lamban dan kurang memiliki sense of crisis. Akibatnya, laju penyebaran Covid-19 belum mampu ditekan sementara itu ekonomi anjlok dan sudah masuk resesi.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri