Rabu, 12 Desember 2018 – 15:21 WIB

Tak Main-Main, Kasdiono Simpan 1 Juta Pil Koplo di Kamar Kos

Sabtu, 01 Desember 2018 – 16:22 WIB
Tak Main-Main, Kasdiono Simpan 1 Juta Pil Koplo di Kamar Kos - JPNN.COM

jpnn.com, SURABAYA - Satnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil membekuk seorang kurir pil koplo (obat dalam daftar G alias harus didapatkan dengan resep dokter) yang memiliki barang bukti jumbo. Yakni, mencapai 1 juta butir. Pil yang mempunyai kandungan trihexyphenidyl HCL itu dikenal dengan nama pasaran dobel L atau lele. 

Kurir yang ditangkap adalah Kasdiono. Pria 52 tahun tersebut dibekuk di kamar kosnya, kawasan Jalan Ngagel Tirto. ''Anggota sudah mengintainya beberapa lama,'' kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leo Simarmata. Menurut Leo, Kasdiono termasuk pemain lama. 

''Dia itu seorang residivis,'' ujarnya. Kepada penyidik, Kasdiono mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku mendapat perintah mengirimkan barang dari seorang bandar bernama Alimin. Saat ini Alimin masih dicari petugas. ''Saya mendapat upah Rp 1 juta tiap kali kirim,'' katanya.

Sebulan terakhir, pria yang bekerja sebagai sopir angkot itu sudah dua kali mengirim barang. Soal jumlahnya, dia mengaku tidak tahu. ''Tapi, dilihat dari besar bungkusannya, kira-kira ya sama,'' tambahnya. 

Leo mengatakan bahwa pihaknya menduga pil koplo tersebut akan diedarkan di kawasan Surabaya ''Ada sejumlah indikasi yang belum bisa saya beberkan,'' terangnya. Namun, lanjut Leo, ada tren kenaikan konsumsi pil koplo di kalangan remaja. Terutama setelah narkoba seperti sabu-sabu dan putau makin sulit didapat. ''Makanya, beralih ke pil koplo,'' terangnya. 

Harga pil dobel L sekitar Rp 15 ribu per tik. Satu tik adalah istilah para pemakai untuk menyebut satuan setara 10 butir. Dari penelusuran diketahui, biasanya para pengedar kulakan pil koplo seharga Rp 320 ribu per 1.000 butir. Atau, jika dirata-rata, kulak Rp 320 per butir dijual Rp 1.500 per butir. Keuntungannya sekitar Rp 1.180 per butir. ''Kelihatannya sih murah. Tapi, hitung saja keuntungannya per butir kali satu juta. Sudah Rp 1 miliar lebih,'' tambahnya. 

Itulah yang mendorong masifnya peredaran pil koplo dua tahun belakangan. Leo mengatakan, pihaknya kini menjadikan pil koplo sebagai salah satu atensi. Sebab, bahayanya tak kalah dengan narkoba. Terutama untuk anak-anak dan remaja. ''Bisa menyebabkan ketergantungan,'' terang perwira dengan dua melati di pundak tersebut. (yog/c7/ano) 

SHARES
TAGS   pil koplo
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar