Tak Takut Mati di Perang Suku, Pucat Pasi saat Dites Darah

Tak Takut Mati di Perang Suku, Pucat Pasi saat Dites Darah
Suasana lokalisasi di Mimika.
 

Dia mencontohkan, setengah abad silam, suku-suku asli di Timika itu tidak mengenal pergaulan bebas. "Jika ada pemuda suku yang tertarik pada seorang perempuan, dia akan melamar secara adat dan agama. Dia tidak akan berani melarikan si perempuan itu karena denda adat yang besar menantinya," papar alumnus Universitas Cenderawasih tersebut.

 

Namun, kondisi itu jauh berbeda dari sekarang. Dengan mudah orang berganti-ganti pasangan. Dia tak mengelak bahwa merajalelanya HIV/AIDS tersebut diperburuk oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol yang akhirnya disertai pesta seks bebas.

 

"Saya khawatir, jika kondisi ini berlarut-larut, HIV/AIDS tak terbendung lagi. Jangan sampai suku-suku di Timika seperti di salah satu suku di Afrika yang musnah karena virus mematikan itu," ujar Yeremias prihatin. (c5/kum)

HIV/AIDS terbukti menjadi virus pembunuh yang mengancam tujuh suku asli di Mimika, Papua. Yaitu, Suku Kamoro, Amungme, Mee, Nduga, Damal, Dani, dan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News