Taman Bung Karno di Singaraja, Destinasi Anyar tentang Putra Sang Fajar di Bali Utara

Taman Bung Karno di Singaraja, Destinasi Anyar tentang Putra Sang Fajar di Bali Utara
Taman Bung Karno di Singaraja tak hanya indah dan megah, tetapi juga menyuguhkan cerita sejarah. Foto: AS Prayogi/JPNN.com.

Baru pada 2017, proyek pembangunan taman itu dikerjakan oleh
PT Sanur Jaya Utama selaku kontraktor. Malenderat menjelaskan ada empat tahap pembangunan Taman Bung Karno.

"Tahap keempat mulai dikerjakan pada 11 Mei 2021 dalam kurun waktu tujuh bulan sampai 6 Desember 2021," katanya.

Menurut Malendarat, sebenarnya pembangunan RTH Bung Karno telah selesai pada akhir Oktober 2021. Namun, sesuai kontrak, proses serah terimanya dari konsultan perencana kepada Pemkab Buleleng dilakukan pada 6 Desember silam.

Malenderat mengungkapkan anggaran pembangunan Taman Bung Karno sebesar Rp 32 miliar. "Dananya berasal dari APBD Buleleng dibantu BKK (Bantuan Keuangan Khusus, red) Provinsi Bali," tutur Malenderat.

Salah satu yang ikonis pada objek wisata baru di Buleleng itu ialah monumen dengan patung Bung Karno setinggi 14 meter. Biaya pembuatan patung perunggu itu mencapai Rp 2,5 miliar.

Pembuat patung Bung Karno mengapit tongkat itu ialah Himawan Dwi Prasetyo dan Rinto Irvanda asal Bantul Yogyakarta. Khusus patungnya saja setinggi 8 meter.

Patung seberat 1,5 ton itu berdiri menghadap ke timur. Bung Karno adalah tokoh berjuluk Putra Sang Fajar, sehingga patungnya dibuat menghadap ke arah matahari terbit.

Di bawah patung itu ada pedestal atau alas monumen yang tingginya 6 meter. Pedestal melingkar itu dilengkapi relief tentang perjalanan ayah Bung Karno, Soekemi Sosrodihardjo, mengajar di Buleleng dan bertemu Ida Nyoman Rai.

Taman Bung Karno di Singaraja tak hanya indah dan megah, tetapi juga menyuguhkan cerita sejarah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News