Tangisan Ibu yang Tiap Malam Anaknya Dijemput Om Om

Tangisan Ibu yang Tiap Malam Anaknya Dijemput Om Om
Tangisan Ibu yang Tiap Malam Anaknya Dijemput Om Om. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

”Saya itu dilabrak terus sama besan. Sudah saya marahi, tapi saya dan suami
enggak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Begitu pula dengan Donwori. Ia hanya menangis. Donwori merasa kemarahannya sudah habis buat anak-anaknya.

Donwori hanya bisa pasrah dengan rumah tangganya yang sudah diujung tanduk.

”Saya akan ngontrak. Saya tidak kuat melihat anak wanita saya ditiduri orang tiap hari, malu juga punya anak lanang malas,” pungkasnya.

Sementara itu, kedua anaknya justru tidak memperhatikan kedua orang tuanya yang akan bercerai gara-gara mereka.

”Biarin aja. Lha wong wes podo tuek,” ujar putrinya cuek, sebut Sephia, 22.

(no/jpg)


Entah moral pendidikan yang bagaimana yang bikin Karin, 52, menyesal. Ia dan suaminya, Donwori, 59, merasa gagal mendidik kedua anak mereka.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News