Tawarkan Ginjal demi Biaya Sekolah Anak, Minta Maaf ke Istri

Tawarkan Ginjal demi Biaya Sekolah Anak, Minta Maaf ke Istri
Herman, Anisa dan Fitrianti di rumah mereka. Foto: Kris Samiadji/Sumeks/JPNN.com

Sebetulnya, Fitrianti dan anak-anaknya tidak tahu kalau Herman akan melakukan itu. Dia berencana menghadap guru putrinya di sekolah Senin nanti.

Mereka tak mau permasalahan itu diketahui Herman yang pernah hilang dari rumah selama tiga bulan pada pertengahan 2016 lalu.

Saat itu, Herman yang berhenti bekerja sebagai buruh bangunan berhasil ditemukan. Dia pulang dalam keadaan depresi berat karena masalah ekonomi.

Rupanya, pembicaraan tentang biaya daftar ulang antara sang istri dan anaknya terdengar oleh Herman. Muncullah niat untuk menjual ginjalnya.

Dengan membawa tulisan “Dijual ginjal untuk biaya sekolah anak” pada kertas karton, Herman akhirnya keliling di jalan-jalan utama dalam Kota Palembang.

Dua jam berjalan kaki, aksinya dipergoki anggota Sat Pol-PP Palembang yang sedang patroli. Dia lalu diantar pulang ke rumah.

“Kami sengaja tidak cerita. Kalau bapak tahu, pasti depresi lagi. Kami tidak mau menyusahkan bapak,” tutur Fitrianti.

Sejak Herman menjalani pengobatan dari RS Ernaldi Bahar, dia dan anak-anaknya tidak mau lagi membebani dengan masalah ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Fitrianti dan anak sulungnya harus bekerja.

Beredar foto seorang pria yang berkeinginan menjual ginjalnya untuk biaya sekolah sang anak. Seperti apa kehidupan keluarganya?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News