Tekan Sel-Sel Terorisme, BNPT Tingkatkan Sinergi Pencegahan dengan TNI-Polri

Tekan Sel-Sel Terorisme, BNPT Tingkatkan Sinergi Pencegahan dengan TNI-Polri
Pertemuan Kepala BNPT Komjen Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel bersama Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada. Foto: dok BNPT

“Tidak mudah mendapatkan pekerjaan bagi napiter setelah keluar dari penjara, karena itu pembinaan wawasan kewirausahaan ini penting untuk kesejahteraan mereka (eks napiter) dan integrasi ke masyarakat,” imbuh Rycko.

BNPT memiliki tujuh program prioritas terkait pencegahan dan deradikalisasi di antaranya pemberdayaan perempuan, anak dan remaja; pembentukan Desa Siap Siaga-Desa Damai; pembentukan Sekolah Damai; pembentukan Kampus Kebangsaan; pemenuhan hak dan pemberdayaan penyintas serta keluarga; reintegrasi dan reedukasi mitra deradikalisasi serta keluarga; dan asesmen pegawai dengan tugas resiko tinggi.

Dalam implementasinya, program-program akan dikolaborasikan dengan seluruh pemangku kepentingan, dalam hal ini Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto mendukung adanya peningkatan kerja sama penanggulangan terorisme di Jatim, khususnya dalam program deradikalisasi.

“Kegiatan-kegiatan dan program ke depannya yang bisa dikerjasamakan harus kita kerjakan bersama agar kemanfaatannya bisa membawa sumber penghidupan eks napiter,” kata Kapolda Jatim.

Dukungan juga datang dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada. Dirinya menyoroti pentingnya langkah pencegahan jelang Pemilu 2024.

“Kami akan melakukan pendekatan teriroti dalam menghadapi dan mencegah proses radikalisasipada kelompok rentan, dan kita juga harus bekerja sama terutama dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Pemilu,” imbuh Rafael. (flo/jpnn)

Kepala BNPT menjelaskan saat ini terdapat 116 eks napiter di Jatim yang harus dibina melalui tujuh program prioritas.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News