Teladani Pahlawan Untuk Bendung Propaganda Terorisme

Teladani Pahlawan Untuk Bendung Propaganda Terorisme
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - JAKARTA – Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada 10 November untuk mengenang kisah heroik arek-arek Suroboyo saat mengusir penjajah dalam mempertahankan Kemerdekaan RI, 71 tahun lalu.

Kisah kepahlawanan itulah hendaknya dijadikan momentum bangsa Indonesia dalam membendung propaganda radikalisme dan terorisme.

“Kita wajib meneladani jiwa patriotis para pahlawan dalam pencegahan terorisme, utamanya dalam membendung propaganda radikalisme. Khususnya buat generasi muda yang menjadi target penyebaran paham kekerasan tersebut,” kata Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatulah Bambang Pranowo di Jakarta, Jumat (11/11).

Menanggapi propaganda kelompok radikal yang mengatakan berjihad itu phalawan, Bambang menegaskan agar generasi muda tidak terpancing dengan hal seperti itu.

Dalam hal ini, generasi muda Indonesia perlu melakukan kontra dengan memperdalam resolusi jihad yang ditanamkan KH Hasyim Ashari, Bung Tomo, dan Jenderal Soedirman.

“Kemerdekaan negeri ini merupakan hasil jihad para pahlawan yang disemangati oeh ajaran islam. Bukan jihad yang keliru seperti yang dilakukan kelompok radikal tersebut. Jadi salah besar kalau kita malah merusak NKRI ini,” tegas Bambang Pranowo.

Selain itu, kemerdekaan yang telah diperjuangan para pahlawan itu harus dirawat sebaik-baiknya oleh generasi selanjutnya. Menurut Bambang Pranowo, dengan merawat dan mengisi kemerdekaan dengan baik, orang Indonesia juga bisa menjadi pahlawan.

Caranya membangun bangsa Indonesia dengan rasa penuh cinta tanah air dalam mewujudkan perdamaian antarsesama.

JAKARTA – Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada 10 November untuk mengenang kisah heroik arek-arek Suroboyo saat mengusir penjajah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News