Terbang ke Arab Saudi, Mensos Risma Paparkan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan

Terbang ke Arab Saudi, Mensos Risma Paparkan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan
Mensos Tri Rismaharina saat menjadi pembicara pada Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi. Foto: Kemensos

jpnn.com, RIYADH - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharina mengatakan pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Mensos Tri Rismaharina saat menjadi pembicara pada Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi.

Mensos menyatakan pandemi memukul semua sektor di tanah air, termasuk kelompok miskin dan rentan menjadi pihak yang paling terdampak.

Dalam mendukung kelompok rentan tersebut, Pemerintah Indonesia meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

Salah satunya ialah bantuan sosial tunai berupa program keluarga (PKH) untuk 10 juta penerima manfaat, bantuan sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 18,8 juta penerima manfaat.

"Tahun 2021 nilai bantuan sekitar Rp 105 triliun (atau USD 7,5 juta),” kata Mensos dalam siaran persnya, Selasa (29/3).

Selain itu, kata dia, diberikan juga program afirmatif khusus untuk mendukung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan yatim piatu.

Pandemi juga membuat sebagian anak-anak kehilangan orangtuanya dan menjadi yatim piatu (YAPI) baru di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Mensos Tri Rismaharina mengatakan pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News