Rabu, 24 Juli 2019 – 03:29 WIB

Terlalu Banyak Minum Air Kelapa? Ini 4 Dampak Buruknya

Kamis, 23 Mei 2019 – 23:09 WIB
Terlalu Banyak Minum Air Kelapa? Ini 4 Dampak Buruknya - JPNN.COM

2. Gangguan elektrolit
Mengutip Livestrong, gangguan elektrolit sangat mungkin terjadi jika tubuh kemasukan potasium dari air kelapa dalam jumlah berlebih. Dalam istilah medis, keadaan ini dikenal dengan sebutan hiperkalemia.

Seseorang yang mengalami gangguan elektrolit umumnya akan merasakan gejala, seperti badan lemas dan mudah lelah, mual dan mutah, diare, penurunan kesadaran hingga tingkat koma, dan denyut jantung tidak beraturan yang bisa berujung pada kematian.

3. Diare
Tahukah Anda bahwa air kelapa dapat berfungsi sebagai pencahar alami? Fungsi air kelapa ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka yang sering mengalami keluhan sembelit alias susah buang air besar.

Sayangnya, manfaat tersebut bisa menjadi petaka jika Anda minum air kelapa secara berlebihan. Sebab, efek pencahar yang diberikan air kelapa juga akan lebih hebat. Karenanya, yang justru bisa terjadi akibat minum air kelapa secara berlebih adalah diare.

4. Hiperglikemia
Air kelapa mengandung gula dan karbohidrat, yang jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak dapat menyebabkan lonjakan glukosa alias kadar gula darah. Medis menyebut kondisi ini dengan hiperglikemia.

Seperti Anda ketahui, kadar gula darah yang tinggi yang tidak terkendali adalah awal mula terjadinya resistansi insulin. Ini adalah salah satu keadaan yang melatari terjadinya diabetes mellitus tipe 2.

Batas aman minum air kelapa
Meski baik bagi kesehatan, air kelapa tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, untuk mendapatkan segala kebaikan air kelapa, Anda cukup mengonsumsinya sebanyak satu gelas per hari.

“Bila sudah mengalami gangguan ginjal, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi air kelapa. Ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Ini karena risiko hiperkalemia menjadi jauh lebih tinggi pada orang-orang dengan fungsi ginjal yang terganggu,” pungkas dr. Fiona.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar