Senin, 19 Agustus 2019 – 04:14 WIB

Terombang-ambing di Laut, Tujuh Nelayan Asal Lebak Terdampar di Lampung

Sabtu, 10 Agustus 2019 – 23:11 WIB
Terombang-ambing di Laut, Tujuh Nelayan Asal Lebak Terdampar di Lampung - JPNN.COM

jpnn.com, LEBAK - Tujuh orang nelayan asal Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten, terdampar di Pantai Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Kamis (8/8).

Sebelumnya, para nelayan itu terombang-ambing di laut selama delapan hari, setelah mesin kapalnya mati pada 1 Agustus 2019 di sekitar perairan Panaitan, Pandeglang.

Ketujuh orang yang terdampar di Pantai Pesisir Barat, Lampung itu adalah Ambo Dale, Farel, Nuryadi, Rusni, Saefi, Ami, dan Dede.

Pada 1 Agustus 2019, mereka melaut di sekitar perairan Panaitan, tetapi mesin kapal tiba-tiba mati. Kondisi tersebut tentu saja membuat kapal yang ditumpangi para nelayan terombang-ambing di laut selama delapan hari. Namun, untung ada masyarakat yang menolong hingga diantarkan ke Pelabuhan Bakauheni.

BACA JUGA: Sudah 35 Hari Melaut, Nelayan Asal Karawang Hilang Kontak

Kepala Desa (Kades) Muara, Kecamatan Wanasalam Endang Farouni membenarkan hal tersebut. Ia mengaku turun langsung menjemput tujuh nelayan tersebut ke Pelabuhan Bakauheni.

“Alhamdulillah kondisi nelayan Binuangeun yang terdampar di Lampung dalam kondisi sehat. Di sana, mereka diberikan pelayanan terbaik oleh tim medis, pemerintah desa, kecamatan, dan Pemkab Pesisir Barat,” kata Endang kepada Radar Banten.

Ia bercerita, sebelum penjemputan pemerintah desa selalu berkomunikasi dengan pegawai Pemkab Pesisir Barat Hapid Assikin. Dia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) asal dari Kabupaten Lebak. “Insyaallah mereka telah kembali berkumpul lagi dengan keluarganya di Binuangeun,” ujarnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar