Terpaksa Nikmati Malam Lebaran di Laut

Terpaksa Nikmati Malam Lebaran di Laut
Terpaksa Nikmati Malam Lebaran di Laut
“Sudah biasa seperti ini, tapi sebelumnya sempat mau pulang lebih awal juga tapi ternyata sulit dapat tiket. Ya dinikmati saja, yang penting pas lebaran dan sebelum salat Idulfitri saya sudah tiba di rumah,” ucapnya seraya tersenyum.

Kepala Operasi PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Simanjuntak menyebutkan, KM Kirana I yang bertolak dari Pelabuhan Sampit kemarin merupakan kapal terakhir yang mengangkut penumpang dalam arus mudik tahun ini. Sedikitnya jumlah penumpang membuat pihaknya merugi lantaran biaya mendatangkan kapal yang cukup besar. “Kalau dibilang rugi, ya jelas kami rugi karena tidak sesuai kapasitas kapal sebanyak 850 orang,” katanya.

Keberangkatan kapal KM Kirana I kemarin sekaligus sebagai penutup arus mudik lebaran tahun ini. Total jumlah pemudik melalui jalur laut dari Pelabuhan Sampit sejak awal Ramadan hingga kemarin mencapai 30 ribu lebih yang diangkut dengan kapal milik PT Pelni dan PT DLU.

Jumlah pemudik tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 31.496 orang. Jumlah ini tidak sesuai perkiraan karena sebelumnya pihak Administrator Pelabuhan (Apel) Sampit memprediksi jumlah penumpang akan meningkat tajam dibanding saat musim mudik lebaran tahun lalu. (ign)

SAMPIT – Tradisi berlebaran di kampung halaman sudah mendarah daging bagi masyarakat muslim di Indonesia. Berbagai cara dilakukan asalkan bisa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News