Three Musketeers

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Three Musketeers
Ilustrasi Istana Merdeka. Foto: Ricardo/JPNN.com

Ketiganya tidak terpisahkan, meskipun punya latar belakang pemikiran politik yang berbeda.

Soekarno dan Hatta disebut sebagai dwitunggal, dua dalam satu atau satu dalam dua, karena pasangan itu dianggap mewakili kebinekaan Indonesia. Soekarno berasal dari Jawa dan Hatta mewakili suara luar Jawa.

Keduanya beda karakter dan pembawaan, bahkan bisa disebut sebagai "the opposite attrack", sangat berbeda dalam gaya berpolitik.

Soekarno yang jago berpidato dan punya kecerdasan tinggi serta berpenampilan charming oleh Herb Feith disebut sebagai "the solidarity maker". Soekarno adalah pencipta solidaritas melalui retorika dan orasinya yang tajam menggelegar.

Mohammad Hatta seorang sarjana ekonomi yang tenang dan cermat serta berdisiplin tinggi. Ia seorang ahli administrasi, dan karena itu dijuluki sebagai "Adminstrateur".

Perpaduan solidarity maker dan administrateur ini menjadi dwitunggal yang menakhodai Indonesia yang baru merdeka.

Dalam perjalanannya, dua opposite attrack ini akhirnya pecah.

Beda karakter pribadi itu akhirnya membawa kepada perpecahan pandangan politik.

Ia malah melempar teka-teki politik dengan menyebut inisial Three Musketeers, yaitu M, L, dan P.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News