Tim Hukum Hasto Sebut KPK Politis dalam Penanganan Kasus, Hak Peradilan Dicabut
jpnn.com, JAKARTA - Tim hukum Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani kasus kliennya dengan nuansa politik yang kental. Mereka menuding ada kriminalisasi dalam proses hukum yang dijalankan.
Kuasa hukum Hasto, Ronny Talapessy, menyatakan sejak awal, kasus ini sarat dengan kepentingan politik, terlihat dari penggalangan opini publik, aksi demonstrasi, hingga pemasangan spanduk yang mendukung proses hukum terhadap Hasto.
"Mungkin rekan-rekan media bisa mengamati ya. Mungkin buat perkara ini, KPK banyak sekali yang mendukung dengan demo-demo, sampai ada survei, ada pemasangan-pemasangan spanduk. Artinya apa? Ada yang punya kepentingan untuk proses kasus ini," ujar Ronny, Rabu (5/3).
Meskipun merasa ada politisasi, Ronny menegaskan bahwa Hasto tetap akan mengikuti proses hukum yang berlaku
"Dan kami dari tim penasihat hukum, PDI Perjuangan, kita akan mengikuti proses ini dan kita akan melawan secara hukum," tambahnya.
Senada dengan Ronny, anggota tim hukum lainnya, Maqdir Ismail, juga menyoroti dugaan kriminalisasi terhadap Hasto. Dia menilai KPK seharusnya tidak melakukan penahanan jika kasus ini murni berdasarkan hukum, bukan kepentingan politik.
"Kalau urusan Mas Hasto ini kan, apalagi ini kan kami menganggap ada kriminalisasi. Kriminalisasi ini kan juga seharusnya tidak dilakukan penahanan," ujar Maqdir.
Maqdir juga mengaitkan penetapan Hasto sebagai tersangka dengan dinamika politik internal PDIP, terutama setelah partai tersebut memecat Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution dari keanggotaan.
Kuasa hukum Hasto, Ronny Talapessy, menyatakan sejak awal, kasus ini sarat dengan kepentingan politik.
- Tinjau Lokasi Asap Tambang Pongkor, Adian Napitupulu Minta Antam Gerak Cepat
- KPK Duga Eks Sekjen Kemenaker Tampung Uang Pemerasan Rp 12 M di Rekening Kerabat
- KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Kuota Haji kepada Elite PWNU DKI
- KPK Kembangkan Kasus Suap Pajak PT Wanatiara, Bidik Direksi dan Pejabat DJP Pusat
- Adian Sindir Ketimpangan Status Guru Honorer dan Petugas MBG yang Langsung PPPK
- Puti Guntur Soekarno: Pancasila Telah Menjadi Filosofi Masyarakat Jepang
JPNN.com




