Tips Jaga Kesehatan untuk Jamaah Haji

Tips Jaga Kesehatan untuk Jamaah Haji
Ratusan jemaah haji kloter pertama tiba di asrama haji embarkasi Medan Jalan A.H Nasution Medan, Senin (8/8). Setelah menginap, mereka akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS/JPNN.com

Diterangnya, selain faktor cuaca, keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan. Selain itu  proses naik dan turun kendaraaan dari bandara menuju penginapan juga akan menyebabkan kelelahan tersebut makin menjadi. 

Belum lagi proses pembagian kamar yang kadang kala berlarut-larut yang pada akhirnya keadaan ini akan membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. 

“Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah, agar para jamaah tersedia waktu  istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan.  Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai dipenginapan. Walau bagaimanapun secara keseluruhan tubuh kita juga perlu istirahat walau kadang kala semangat yang ada dapat mengalahkan kelelahan tersebut,” beber General Secretary of Indonesian Society of Gastroenterology itu.

Diingatkan, selama di Masjid diusahakan untuk tetap minum. Tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam  selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman bersoda karena dengan mengkonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi. 

“Jika buang air kecil kita menjadi lebih keruh hal ini merupakan tanda  bahwa kita harus meningkatkan untuk mengkonsumsi air,” saran mantan Tenaga Kesehatan Haji Daerah dan Tenaga Kesehatan Haji Khusus-ONH plus itu.

Makan merupakan hal penting dan selalu diperhatikan. Rasa makanan dan tidak suka makanan tertentu harusnya dibuang jauh-jauh. Rasanya tidak akan sulit untuk mencari rumah makan Indonesia dengan selera Indonesia disekitar Masjid Nabawi atau penginapan selain itu tentunya makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan rasa lidah jamaah Indonesia.

“Yang terpenting sekali lagi jangan sampai tidak ada asupan makan baik pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Aktivitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke Masjid  akan menghabiskan enersi kita oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan kita tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita,” ulasnya. 

Makanan yang dikonsumsi juga harus bersih dan relatif baru. Jangan jatah makan yang seharusnya harus segera dimakan tertunda dimakannya.

  JAKARTA – Sebanyak 168.800 jamaah haji Indonesia sudah mulai diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Gelombang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News