Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit

Oleh Dahlan Iskan

Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
Dahlan Iskan di ladang gandum di pedesaan Amerika Serikat menjelang panen. Foto: Disway

Tsai Ing-wen di Los Angeles mengunjungi perpustakaan Ronald Reagan. Dan berpidato. Menguraikan perjuangannya. Untuk membuat Taiwan negara merdeka.

Tiongkok protes. Dan terus berlatih militer. Menghadapi situasi tersulit.

The Peak Pegasus pagi ini masih terlihat sandar di dermaga pelabuhan Dalian. Entah sudah bongkar muatan atau belum.

Untung ada Google. Para wartawan terus mengarahkan kamera ke pelabuhan itu. Salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia: kedalaman draftnya 30 meter.

Perkembangan perang ini kian serius. Belum ada pertanda-pertanda. Untuk maju ke meja perundingan.

Harga meja tampaknya terlalu mahal sekarang ini. Belum lagi termasuk bawahnya.(***)


Belum pernah ada perang dagang seseru ini. Tiongkok benar-benar menjalankan tit-for-tat. Mata dibalas dengan mata. Tangan dibalas dengan tangan.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News