Tjokorda Istri Rai Manik, Perempuan di Pusaran Orang Gila di RS Jiwa Bangli

Pasien Datang Kondisi Parah, Masuk Instalasi Gelisah

Tjokorda Istri Rai Manik, Perempuan di Pusaran Orang Gila di RS Jiwa Bangli
Tjokorda Istri Rai Manik, Perempuan di Pusaran Orang Gila di RS Jiwa Bangli
Selain itu, setiab Sabtu siang pasien diberikan waktu menyalurkan kreasi di rumah sakit seluas 7,8 hektare. Yang pintar menbaca puisi diberikan waktu untuk membaca puisi dan lainnya. Semua itu untuk rekreasi mereka," ungkapnya.

 

Pasien yang sudah agak sembuh pun tidak menganggur di RS tersebut. Mereka diajari dan diminta untuk membuat berbagai keterampilan. Misalnya, keterampilan membuat batako. Kegiatan membuat batako dilaksanakan pukul 08.00"13.00. "Ini bukan pekerjaan. Jadi tidak ada tuntutan target berapa batako harus bisa dihasilkan. Ini memang murni bertujuan merangsang ingatan mereka agar tidak melamun," tuturnya.

 

Untuk lebih memotivasi para pasien, pegawai RS membeli batako hasil karya pasien. Satu batako dihargai Rp 1.100. Uang hasil penjualan digunakan kembali untuk kepentingan para pasien. Misalnya, untuk membeli bahan-bahan berikut kopi dan makanan camilan. "Jadi, semua kembali untuk pasien. Kami pihak RS tidak mengambil sepeser pun," ungkapnya.

 

Pasien perempuan juga diajari berbagai keterampilan. Misalnya, membuat bantal hingga sarung, sprei, dupa, dan beragam kerajinan yang lain. Harganya bervariasi. Mulai Rp 5.000 hingga belasan ribu rupiah.

Sudah hampir dua tahun ini RS Jiwa Bangli sebagai satu-satunya RS Jiwa yang ada di Bali dipimpin oleh seorang wanita. Dia adalah Tjokorda Istri Rai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News