TNI Gelar Pengecekan Senjata Polri di Soekarno-Hatta

TNI Gelar Pengecekan Senjata Polri di Soekarno-Hatta
Kepala Korps Brimob Irjen Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memperlihatkan senjata peluncur granat dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9). Foto: M ridwan/JawaPos.Com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI akan menggelar pengecekan 280 senjata yang diimpor Polri dari Bulgaria. Pemeriksaan akan berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (3/10) hari ini.

"Jam 10 kegiatan di bandara, pengecekan senjata," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (3/10).

Saat disinggung bagaimana nasib senjata tersebut, apakah akan dizinkan atau dipulangkan, Setyo enggan menjawabnya. "Masih dicek," singkat dia.

Kendati begitu, Setyo memastikan, keputusan senjata tersebut bisa digunakan Polri atau tidak, adalah merupakan wewenang TNI. Selama senjata tersebut berjenis nonmiliter, maka Polri bisa menggunakannya.

"Nanti dilihat prosedurnya. Karena bukan Polri yang menentukan. Saya tidak mau timbulkan polemik baru. Tunggu saja Polhukam sedang menyelesaikan masalah," tandas dia. (mg4/jpnn)


Keputusan senjata tersebut bisa digunakan Polri atau tidak adalah wewenang TNI.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News