Tokoh Adat Dayak Diajak Komitmen Hentikan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Tokoh Adat Dayak Diajak Komitmen Hentikan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan
Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa saat memberikan sambutan usai mengikuti perayaan Ekaristi Syukur dalam rangka Naik Dango digelar di rumah Radakng Aya' Ngabang pada Jumat sore (26/4/2019). Foto: Ist

Karolin berharap perangkat adat bersama Pemerintah daerah dapat bekerjasama membentuk suatu peraturan untuk merespon masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Bicarakan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam perspektif adat kita akan membakukan bagaimana susunan tata adat kita, sistem adat kita dalam peraturan daerah,” ujar Karolin

Selanjutnya Karolin berharap pertemuan seluruh Dewan Adat Dayak dari tiga kabupaten yang hadir yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya ini menghasilan suatu kesepakan bersama untuk menuntaskan masalah dengan perspektif adat. Mengingat pentingnya suatu daerah mempersiapkan generasi yang lebih baik dimasa depan.

“Bicara masalah sistem tata adat masih banyak yang harus kita benahi, tetapi dalam acara naik dango ini kita bukan hanya berbicara mengenai keberlangsungan dari sawah dan padi yang kita tanam, tetapi juga keberlangsungan generasi yang dimasa yang akan datang,” tukas Karolin.(fri/jpnn)


Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengajak tokoh adat berkomitmen menyerukan penghentian kekerasan terhadap anak dan perempuan.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News