Tokoh FPI Berorasi di Aksi 1310: Tidak Ada Pilihan Kecuali...

Tokoh FPI Berorasi di Aksi 1310: Tidak Ada Pilihan Kecuali...
Demonstrasi yang digelar ANAK NKRI di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10). Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Seorang orator Aksi 1310 yang digelar Aliansi Nasional Anti-Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI) Salman Alfarisi menyebut Presiden Joko Widodo menjadi pihak yang bertanggung jawab atas disahkannya Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menjadi UU.

Menurut dia, Jokowi seharusnya mundur setelah disahkannya UU Cipta Kerja.

Sebab, menurut dia, aturan sapu jagat itu hanya menyusahkan rakyat. 

Salman mengungkapkan itu saat berorasi dalam aksi ANAK NKRI menolak UU Cipta Kerja di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) 

"Tidak ada pilihan kecuali kami meminta untuk Bapak Jokowi mundur," kata Salman dalam orasinya.

Salman mengatakan, UU Cipta Kerja telah ditolak secara tegas oleh berbagai elemen rakyat.

Mulai dari buruh, akademisi, hingga mahasiswa sudah menyuarakan aspirasinya menolak UU Cipta Kerja.

"Beberapa waktu lalu, kawan dari buruh, dari mahasiswa, mereka menuntut membatalkan Omnibus Law digagalkan. Sebagian masih menyatakan bilang Omnibus Law itu kesalahan DPR. Bukan hanya itu kesalahan legislatif, tetapi biangnya eksekutif," beber pengurus Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) DKI Jakarta itu.

Dalam aksi 1310 yang digelar ANAK NKRI, seorang tokoh FPI menyalahkan Presiden Jokowi terkait UU Cipta Kerja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News