Tolong Diingat! Ada Potensi Hujan Lebat pada Akhir 2021 dan Awal 2022

Tolong Diingat! Ada Potensi Hujan Lebat pada Akhir 2021 dan Awal 2022
BMKG memberikan peringatan dini cuaca. Foto/ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut periode November hingga Desember 2021 dan Januari ke Februari 2022 ialah masa tingginya curah hujan di Indonesia yang berpotensi memicu bencana.

Namun, kata Dwikorita, situasi itu masih bisa berubah mengingat wilayah Indonesia yang kompleks dan kondisi cuaca di tanah air dipengaruhi interaksi benua Asia dan Australia.

“Artinya, perkiraan itu bisa tiba-tiba berubah karena ada sesuatu yang tiba-tiba berubah di tempat lain," kata dia.

Dwikorita kemudian menyinggung kejadian banjir Jabodetabek pada Januari 2020.

Peristiwa itu sebetulnya sudah terdeteksi sepekan sebelumnya, tetapi intensitas hujan lebih besar dari perkiraan.

Dia juga menyinggung soal anomali suhu air laut. Sesuai hasil monitoring BMKG, di mana permukaan air laut di Pasifik saat ini lebih dingin dari normalnya.

Sebaliknya, suhu permukaan air laut di Kepulauan Indonesia lebih hangat dari biasanya. Ini menyebabkan tekanan udara di wilayah Pasifik lebih tinggi, dan Indonesia lebih rendah.

“Curah hujan yang seharusnya turun dicicil dalam satu bulan, tetapi karena pengaruh fenomena regional dan seruak udara, akhirnya volume curah hujan yang mestinya sebulan bisa turun dalam 24 jam,” jelas Dwikorita.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut periode November hingga Desember 2021 dan Januari ke Februari 2022 ialah masa tingginya curah hujan di Indonesia yang berpotensi memicu bencana.