Top, Kerajinan Tangan IKM-UMKM Binaan Bea Cukai Pasuruan Menembus Pasar Internasional

Top, Kerajinan Tangan IKM-UMKM Binaan Bea Cukai Pasuruan Menembus Pasar Internasional
Kerajinan tangan dari IKM-UMKM binaan Bea Cukai Pasuruan menembus pasar internasional. Foto/Ilustrasi: Bea Cukai.

jpnn.com, PASURUAN - Handycraft atau kerajinan tangan dari industri kecil menengah - usaha mikro kecil menengah (IKM-UMKM) binaan Bea Cukai Pasuruan menembus pasar internasional. Sebagai salah satu instansi vertikal Kementerian Keuangan, Bea Cukai Pasuruan turut mendukung peningkatan ekspor di Indonesia. 

Situasi pandemi Covid-19, tidak menghalangi semangat dan konsistensi Bea Cukai Pasuruan melaksanakan tugas dan fungsi yang berhubungan dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Langkah nyata Bea Cukai Pasuruan ialah menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) Pegawai dan Pelatihan Ekspor bagi IKM-UMKM di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan  selama empat hari pada pertengahan Maret lalu.

“Pelatihan ekspor yang dilanjutkan dengan asistensi intensif dari Bea Cukai Pasuruan telah membuahkan hasil nyata. Salah satu IKM-UMKM binaan Bea Cukai Pasuruan, yaitu Raragu Craft telah berhasil membawa produknya bersaing di pasar internasional,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan Hannan Budiharto.

Raragu Craft yang dimiliki oleh Linda Star Krissanti ini, bergerak dalam komoditas kerajinan tangan yang terbuat dari kain jenis felt/flannel dan tali katun/macramé. 

Sebagian besar hasil produksi Raragu Craft memang ditujukan untuk mainan yang dapat dijadikan sebagai media edukasi anak. 

Mulai dari boneka jari, bongkar pasang zaman now, minihouse felt, babybook hingga busybook yang memiliki berbagai variasi. 

Tak hanya produksi mainan anak, Raragu Craft juga membuat wall hanging macrame yang dapat ditempatkan di berbagai ruangan untuk menambah segi estetika ruangan. 

Handycraft IKM-UMKM binaan Bea Cukai Pasuruan menembus pasar internasional. Di dalam proses produksi dengan kualitas ekspor, Raragu Craft yang dimiliki Linda Star Krissanti ini melibatkan sejumlah penyandang disabilitas.