JPNN.com

Traveling ke Bangka? Ciciplah Lempah Kuning Atok Kulop

Minggu, 11 Desember 2016 – 05:50 WIB Traveling ke Bangka? Ciciplah Lempah Kuning Atok Kulop - JPNN.com

PANGKALPINANG - Ada tempat menongkrong yang sedang nge-hits di Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Bangka Belitung (Babel). Lokasinya di Citraland Botanical City.

Ada sebuah kafe dan resto bernama Umah Ubi Atok Kulop yang sudah beroperasi sejak awal November lalu. Menu andalannya adalah lempah kuning khas Bangka.

Salah satu pengelola Umah Ubi Atok Kulop adalah Ahmadi Sofyan yang dikenal sebagai pemerhati masalah sosial politik di Babel. “Sajiannya aneka masakan lempah kuning rampai ubi ala orang kebun di Pulau Bangka,” ujarnya seperti dikutip dari Babel Pos (Jawa Pos Group)

Sesuai namanya, umah ubi berarti menyuguhkan beragam makanan dari ubi. Lempah kuning, ikan asin, tumis jantung pisang, bahkan ikan gabus pun dipadu dengan rampai ubi.

Tapi, Umah Ubi Atok Kulop tidak hanya menyediakan makanan berat. Kopi dan beragam camilan pun jadi sajian pelengkap.

Pilihan nama Atok Kulop juga punya sejarah tersendiri. Nama itu berasal dari Hikayat Atok Kulop, sebuah tulisan rutin Ahmadi di rubrik budaya Babel Pos.

“Kulop sebuah nama yang dulu begitu populer di kalangan masyarakat kampung di Pulau Bangka. Sebuah panggilan kesayangan untuk anak kecil berjenis kelamin laki-laki,” tutur Ahmadi.

Jika sudah tua, maka pemilik nama Kulop dipanggil dengan sebutan Atok Kulop. Tapi kini, nama Kulop sudah jarang terdengar di Bangka.

Karenanya pemilihan nama Umah Ubi Atok Kulop pun demi mengingatkan tentang kuliner lokal dengan nama yang lokal pula. ”Kulop sebagai panggilan khas orang kampung di Pulau Bangka patut dilestarikan,” sambung Ahmadi.

Sedangkan salah satu pemilik Umah Ubi Atok Kulop, Wahyu Hansudi mengatakan, usaha kulinernya memang juga bertujuan mengangkat pangan lokal. “Ubi itu sangat mudah dicari, bahkan bisa menanam sendiri,” ujarnya.

Pria yang kini bermukim di London, Inggris itu mengatakan, kuliner lokal sebenarnya punya potensi pasar besar. “Siapa yang nggak butuh makan,” ujar pria asal Blitar itu.

Namun, katanya, menjadi kebanggan tersendiri ketika bisa mengangkat kuliner lokal hingga dikenal luas. Salah satunya adalah lempah kuning khas Bangka.

“Sekarang kalau di Google diketik kata lempah kuning, maka yang muncul Umah Ubi Atok Kulop. Senang juga bisa mengangkat makanan rumahan jadi semakin dikenal,” kata pria yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Britania Raya itu.(ara/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...