Trump Kecewa, Tapi Takut Saudi Marah

Trump Kecewa, Tapi Takut Saudi Marah
Presiden AS Donald Trump dan Pangeran Mohammed bin Salman memamerkan senjata-senjata yang dibeli Arab Saudi kepada wartawan. Foto: AP

jpnn.com, WASHINGTON - Pengakuan Arab Saudi bahwa Jamal Khashoggi telah tewas menuai banyak reaksi. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung menyatakan bahwa pengakuan itu kredibel.

"Ini masih awal. Kami bahkan belum selesai meninjau ataupun menginvestigasi. Tapi, saya rasa (pengakuan) ini adalah langkah awal yang penting," tuturnya, Jumat (19/10) waktu setempat.

Trump mengaku kecewa dengan Saudi dan menganggap tewasnya Khashoggi tidak bisa diterima. Meski begitu, dia sepertinya enggan menghukum Riyadh.

Politikus Partai Republik itu tentu tak mau membuat perjanjian perdagangan dengan Saudi terancam. Menurut dia, penghentian perdagangan dengan Saudi akan berimbas pada 600 ribu lapangan pekerjaan.

Banyak legislator AS, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, yang meragukan pernyataan Saudi. Salah satunya Jack Reed.

"Ini tampak seperti tindakan yang disengaja, direncanakan, dan diikuti dengan aksi menutup-nutupi," ujar senator Demokrat itu. (sha/c9/oni)


Pengakuan Arab Saudi bahwa Jamal Khashoggi telah tewas menuai banyak reaksi. Presiden AS Donald Trump mengaku kecewa tapi tak berani berbuat apa-apa


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News