JPNN.com

Trump Makin Serampangan, Menlu Iran: Kami Juga Bisa!

Rabu, 21 Agustus 2019 – 19:51 WIB Trump Makin Serampangan, Menlu Iran: Kami Juga Bisa! - JPNN.com

jpnn.com, STOCKHOLM - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan dunia bahwa pihaknya dapat bertindak tidak terduga. Hal itu disampaikannya terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang kian serampangan di bawah kepemimpinan Donald Trump

“Presiden Trump tidak bisa mengharapkan pihak lain bersikap normal sementara dia bertindak serampangan. Ketidakpastian akan menyebabkan hal-hal yang tidak bisa diprediksi dan tidak dapat diprediksi adalah kacau,” kata Zarif dalam pidato di Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rabu (21/8).

Beberapa bulan terakhir, perdagangan komoditas global terganggu akibat serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Amerika Serikat menuding Iran berada di balik teror tersebut.

BACA JUGA: Lepas dari Inggris, Supertanker Iran Diburu Amerika

Iran sudah membantah tudingan AS tersebut. Namun, Washington tetap menyerukan sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam operasi pengamanan di Selat Hormuz.

"Arab Teluk tidak dapat mencapai kestabilan (di kawasan) dengan menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata dari Barat. Kehadiran militer asing (di Teluk), seberapa pun besarnya, tidak akan mampu mencegah rasa tidak aman," ucap Zarif.

Dia menambahkan bahwa negara-negara Arab di kawasan Teluk seharusnya tidak bergantung kepada pihak dari luar kawasan untuk keamanan. Mereka justru seharusnya mengecam pengiriman armada Angkatan Laut AS ke Teluk.

“(Jika Anda) ingin berbicara tentang keamanan, jangan mengirim armada ke Teluk Persia. Ini adalah kumpulan kecil air. Dengan mengirim armada, Anda tidak melindungi kebebasan navigasi, Anda menghalangi kebebasan navigasi," lanjut dia.

Sejauh ini, Inggris, Australia dan Bahrain telah bergabung dengan misi keamanan yang dipimpin AS di Teluk Hormuz. Kapal-kapal tempur mereka berjaga di sekitar area perairan yang memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia tersebut. (reuters/dil/jpnn)

Sumber Reuters

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...