Tugas Paramedis di 'UGD Buruh Migran'

Ada Pasien Patah Tulang karena Hindari Kehormatan Hilang

Tugas Paramedis di 'UGD Buruh Migran'
Sukanah, ketika diperiksa oleh Dokter Regan Lombantoruan di ruang UGD TKI. Foto: Zulham Mubarak/Jawa Pos.
Banyaknya buruh migran yang menjadi korban penyiksaan dan kecelakaan kerja di luar negeri menginspirasi berdirinya klinik khusus TKI di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta. Setiap hari sedikitnya lima orang yang mendapat pertolongan pertama tim medis di ruang yang disebut UGD TKI.

Laporan ZULHAM MUBARAK, Jakarta

PULUHAN
wanita paro baya tampak bergerombol di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta. Udara yang panas Kamis sore itu (8/4) tidak menghalangi aktivitas para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari Arab Saudi itu. Mereka berjalan cepat sambil menenteng tas-tas ukuran besar.

"Kaki saya sakit, Pak. Badan juga rasanya remuk. Tapi, saya bersyukur bisa pulang hidup," ujar Sukanah (32), salah seorang TKI, kepada Jawa Pos. Beebeda dengan teman-temannya yang lain, wanita asal Demak, Jawa Tengah, itu memang tampak berjalan terseok.

Banyaknya buruh migran yang menjadi korban penyiksaan dan kecelakaan kerja di luar negeri menginspirasi berdirinya klinik khusus TKI di Terminal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News