Tutup Jalan, Pemprov DKI Tak Libatkan Warga Tanah Abang?

Tutup Jalan, Pemprov DKI Tak Libatkan Warga Tanah Abang?
Suasana warga dan pedagang kaki lima (PKL) yang memadati ruas jalan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/5). Libur Waisak yang bertepatan dengan digelarnya pasar rutin Tasik setiap Kamis dimanfaatkan warga untuk berbelanja, sehingga meyebabkan ruas jalan dipenuhi oleh warga dan PKL. Ilustrasi : Ismail Pohan/INDOPOS

jpnn.com, JAKARTA - Budiharjo selaku Ketua RW 01 Jati Baru X, Tanah Abang, Jakarta Pusat menyesalkan langkah Pemprov DKI soal penutupan Jalan Jati Baru Raya.

Menurut Budiharjo, Anies arogan lantaran tidak menyertakan warga sekitar dalam menutup akses jalan tersebut.

Budiharjo mengaku akan mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno jika dilibatkan.

Namun, suara rakyat dalam penataan Tanah Abang tidak dilibatkan hingga kini

"Sama sekali enggak dilibatkan. Di satu sisi saya mendukung Pak Sandi untuk menata kaki lima. Tapi bukan dengan cara seperti itu," kata dia saat ditemui di Tanah Abang.

Menurut Budiharjo, penataan Tanah Abang lebih bermartabat pada era Joko Widodo maupun Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Warga, kata dia, dilibatkan dalam setiap penataan.

"Pak Gubernur Jokowi dilanjutkan Basuki itu tidak seperti ini. Ini jalan dilindungi oleh perda. Kenapa sarana umum pejalan kaki dimuliakan tetapi sebaliknya dikemanakan kami warga Jati Baru," kata Budiharjo.

Budiharjo mengklaim, hampir semua RW merasa keberatan dengan kebijakan Anies yang menutup Jalan Jati Baru Raya.

Warga Tanah Abang siap mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno jika dilibatkan dalam konsepnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News