Ucapan Jokowi Dikritik Pimpinan KPK, Stafsus Presiden Langsung Klarifikasi

Ucapan Jokowi Dikritik Pimpinan KPK, Stafsus Presiden Langsung Klarifikasi
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Staf khusus kepresidenan bidang hukum, Dini Shanti Purwono memberikan klarifikasi terkait kritik Presiden Jokowi yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bekerja secara sporadis.

Kritik ini sebelumnya disampaikan Jokowi pada Senin, 9 Desember lalu dan langsung ditepis oleh Wakil Ketua KPK Laode Syarif.

Laode menganggap cara kerja KPK sudah sesuai undang-undang yang berlaku.

"Soal kritik terhadap KPK yang bekerja secara sporadis, ini adalah suatu pesan positif dari Presiden kepada KPK. Presiden hanya ingin mengajak KPK untuk bekerja dengan lebih terarah dan sistematis," ucap Dini melalui pesan singkat.

Dia menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi secara efektif tidak boleh terfokus hanya pada upaya penindakan, tapi juga upaya pencegahan. Karena itu, setiap penindakan tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan diikuti dengan perbaikan sistem agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi serta dapat dimitigasi dengan mudah di kemudian hari.

"Jadi pendekatan yang diambil harus menyeluruh, baik dari sisi preventif maupun korektif. Termasuk juga dengan menggarap secara serius kurikulum pendidikan anti korupsi di seluruh sekolah di Indonesia," jelas politikus PSI ini.

Dia mengatakan, pembuatan program-program yang efektif untuk menanamkan semangat antikorupsi, nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras harus dilakukan sejak usia dini.

"Pekerjaan KPK akan menjadi semakin ringan seiring dengan semakin mengakarnya budaya antikorupsi dalam kehidupan rakyat Indonesia," tegasnya.

Presiden Jokowi sempat mengkritik kerja KPK yang dianggap sporadis saat Hari Antikorupsi lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News