Uji Nyali Firli Bahuri

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Uji Nyali Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri Foto: Ricardo/JPNN.com

Keputusan itu lebih mirip keputusan manajer personalia pabrik ketimbang keputusan sebuah sidang majelis etik. Bagaimana mungkin sebuah pelanggaran etik dihukum dengan potong gaji. Hukuman itu lebih tepat dijatuhkan kepada pegawai yang suka membolos kerja.

Banyak yang membela KPK versi Firli dengan menyebut prestasinya yang berhasil menangkap tangan dua orang menteri. Namun, para pegiat korupsi dengan telak mementahkan klaim itu, karena KPK versi Agus Rahardjo jauh lebih gahar dalam hal operasi tangkap tangan (OTT) dibanding KPK versi Firli.

Ibarat pepatah ‘’kuman di seberang laut tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak’’, KPK Firli dianggap menderita myopia alias rabun jauh. Dua menteri ditangkap, beberapa kepala daerah terjaring OTT, tetapi kasus Harun Masiku yang di depan pelupuk mata tidak kunjung diselesaikan.

Ada saja alasannya. Namun, yang jelas, publik menduga KPK tidak punya cukup nyali untuk berhadapan dengan partai terbesar yang menaungi Harun Masiku. Publik mafhum, kalau Harun Masiku ditangkap maka air akan mengalir sampai jauh ke petinggi partai besar.

Kalau Firli mau menyaingi rekor Agus Rahardjo maka Firli harus segera mencari dan menangkap Harun Masiku dan menangkap juga salah satu petinggi partai politik itu.

Rekor Agus Rahardjo yang belum bisa disamai oleh Firli adalah menangkap dua ketua umum partai politik, yaitu Setya Novanto dari Golkar dan Romahurmuzy dari PPP.

Kalau Firli berani menangkap seorang petinggi partai yang berkaitan dengan kasus Harun Masiku, prestasinya akan bisa mendekati capaian Agus Rahardjo.

Berani apa tidak, itulah uji nyali terbesar bagi Firli Bahuri. (*)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Ternyata wasit curang bukan hanya ada di lapangan sepak bola, tetapi juga di lapangan KPK, kantornya Firli Bahuri.


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News