JPNN.com

Unas dan Ponpes Darussalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Pesantren

Senin, 13 Januari 2020 – 05:09 WIB Unas dan Ponpes Darussalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Pesantren - JPNN.com
Universitas Nasional bekerja sama dengan Ponpes Darussalam mengembangkan eco-pesantren. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, TASIKMALAYA - Universitas Nasional menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Darussalam untuk mengembangkan eco-pesantren. Ini agar pusat pendidikan muslim mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Sekolah Pascasarjana Unas, Maswadi Rauf yang diwakili oleh Wakil Direktur Firdaus Syam.

Wadir Sekolah Pascasarjana Unas, Firdaus Syam menjelaskan, selama ini mindset (pola pikir) masyarakat Indonesia masih tertuju pada pesantren sebagai tempat mengkaji ilmu agama secara lebih khusus dan mendalam.

“Padahal banyak hal yang bisa dilakukan oleh pesantren, terutama bidang sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya. Oleh karena itu Unas sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia melihat potensi ini dan berupaya untuk mengembangkannya agar potensinya mampu memberi kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan ekonomi nasional,” beber Firdaus, di Tasik, Sabtu (11/1).

Dijelaskan Firdaus, banyak hal yang bisa diteliti dan dikembangkan dari sumber daya yang dimiliki oleh pesantren seperti Ponpes Darussalam Rajapolah yang memiliki pusat pengembangan ternak ayam campuran antara negeri dan kampung, areal tanaman obat, sumber air panas alami dan pabrik roti.

“Bayangkan jika Fakultas Teknik kerja sama dengan sumber daya air panas, Fakultas Peternakan dan Biologi bekerja sama dalam pengembangan ras ayam campuran, lalu pabrik roti bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi pasti hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik ke depannya,” ujar Firdaus.

Pimpinan Ponpes Darussalam Rajapolah KH Ahmad Dani Rustandi mengungkapkan pihaknya sangat terbuka dengan kalangan perguruan tinggi terutama Unas agar potensi pesantren dapat lebih berkembang dan diterima masyarakat baik domestik maupun internasional.

“Pemerintah sebenarnya telah punya program eco-pesantren atau pengembangan potensi ekonomi pesantren, namun hal itu sepertinya belum menjadi prioritas. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...