Unikama Membara, Saling Tembak Sampai Sobek Bendera

Unikama Membara, Saling Tembak Sampai Sobek Bendera
Unikama Membara, Saling Tembak Sampai Sobek Bendera

Putra dari salah satu pejuang TRIPAbdul Rajab ini mengakui, suasana heroik sangat kental saat teater disuguhkan. Itu karena seluruh pemain sangat menjiwai peran mereka. Tak hanya mahasiswa saja, bahkan para dosen dan pejabat juga terlibat.

”Dosen dan ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tadi berperan membeli burung di pasar, ada juga Kabag Kemahasiswaan Pak Erik yang menjadi supir Jendral Mallaby. Dan saya sendiri jadi pengawal Mallaby,” ujarnya sambil terkekeh.

Sutradara yang pernah mendapat penghargaan sebagai seniman terbaik Jatim ini mengaku sedikit mengubah jalan cerita dalam pementasan tersebut. Seharusnya peristiwa penyobekan bendera lebih dulu terjadi sebelum Mallaby tewas. Namun agar suasana heroik bisa muncul maka peristiwanya diubah.

”Suasananya terasa lebih heroik ketika di akhir perjuangan bisa merobek bendera Belanda,” tukasnya.

Sementara itu jajaran pimpinan kampus yang melihat teater tersebut juga memberikan acungan jempol. Seperti diungkapkan Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian M.Si. Menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan pada generasi muda. (oci/han)

 


MALANG - Dahsyatnya peristiwa 10 November di Surabaya dipentaskan dengan apik oleh mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Jawa Timur, 


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News