Universitas Australia Dituding Keruk Untung Dari Mahasiswa Internasional

"Ini gila karena bisa sampai titik ini."
Dekan teknik UNSW, profesor Mark Hoffman, mengatakan fakultasnya membuat upaya substansial untuk mendukung mahasiswa, tetapi juga mengatakan mahasiswa juga perlu memikul beberapa tanggung jawab.
"Kami memang menawarkan banyak program, tetapi kebanyakan bergantung pada kepercayaan diri mahasiswa untuk memilih dan menjalani program-program itu," katanya.
"Hanya memberi orang halaman situs dan mengatakan 'jika Anda memiliki masalah.. atasi dan lakukan ini' itu belum tentu akan mendapatkan jawaban."
"Tetapi apa yang kami coba dan lakukan adalah menciptakan lingkungan yang akomodatif sehingga mereka merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi hal-hal semacam itu."
Xiaolan Tang adalah mantan mahasiswa internasional yang sekarang bekerja di China, merekrut mahasiswa lokal untuk belajar di luar negeri - ia mengatakan kepada ABC bahwa semakin sulit untuk menawarkan orang dengan gelar Australia.
"Orang-orang mempertanyakan kualitas universitas Australia ketika mahasiswa yang ditolak oleh universitas ternama di negara lain masih bisa dengan mudah diterima oleh universitas Australia yang sama tingkatannya," katanya kepada ABC.
"Mereka berpikir bahwa ambang pintu masuk untuk universitas Australia diatur sangat rendah."
- Dunia Hari Ini: Setidaknya Delapan Orang Tewas Setelah Serangan India ke Pakistan
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM