Universitas di Australia Mulai Abaikan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Asing

Dalam tanggapannnya, Badan Kualitas dan Standar Pendidikan Tinggi yang membawahi universitas, membantah adanya masalah sistemik terkait dalam hal ini.
"Cuma sedikit bukti yang menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam syarat kemampuan berbahasa Inggris," katanya.
Profesor Margaret Gardner, ketua asosisasi Universities Australia, sistem yang berlaku sekarang justru berjalan dengan baik.
"Statistik keseluruhan menunjukkan mahasiswa internasional berhasil lulus pada tingkat yang sama dengan mahasiswa domestik," katanya.
"Kami menerapkan standar tinggi dalam menentukan siapa yang kami terima dan atas dasar apa kami menerima mahasiswa tersebut," jelasnya.
"Pemerintah jelas bertanggung jawab atas terbitnya visa, adanya visa yang ditunda, atau bahkan dibatalkan," kata Prof Gardner.
Depdagri yang membawahi Imigrasi dalam tanggapannya mengatakan pihak universitas harus memastikan mahasiswa yang mereka terima memiliki kemampua berbahasa Inggris.
Wakil Rektor Universitas Tasmania Rob Atkinson yang dihubungi menjelaskan mahasiswa harus memenuhi persyaratan bahasa Inggris tingkat universitas.
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina