Upaya Kementan agar Petani Rasakan Manisnya Tomat

Upaya Kementan agar Petani Rasakan Manisnya Tomat
Kepala Subdirektorat Aneka Cabai dan Sayuran Buah Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi. Foto: istimewa

Tomat biasanya diusahakan secara monokultur maupun tumpang sari.
?
Pemetaan kebutuhan, sambung Agung, pun harus menjadi pertimbangan dalam pengaturan pola tanam tomat.

"Dengan tingkat konsumsi 2,44 kilogram per kapita per tahun, setiap daerah sepatutnya bisa menentukan kebutuhan tingkat wilayah daerah masing-masing dalam mendukung pola produksi," katanya.

Upaya Ditjen Hortikultura Kementan lainnya, mendorong diversifikasi tomat.

Sebab, tingkat kerusakan produk sayuran itu cukup tinggi dan umur simpan di suhu ruangnya pendek.

Tomat bisa diolah menjadi pasta, saus, manisan, dodol, hingga olahan kurma atau torakur.

"Produk olahan asal tomat ini ternyata memiliki banyak peminatnya. Selain memiliki cita rasa yang khas, olahan tomat seperi dodol tomat, manisan tomat, maupun tomat kurma, dapat menjadi buah tangan yang memiliki nilai jual yang baik," ungkap Agung.

Banyaknya bantuan alat pengolahan pascapanen, jelas peraih gelar doktor itu, merupakan cara Ditjen Hortikultura Kementan mendukung dan mempercepat diversifikasi tomat.

Bantuan disalurkan melalui Direktorat Pengolahan Pemasaran Hasil Hortikultura.

Tomat sangat baik dibudidayakan pada musim tanam karena produksinya akan sangat berlimpah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News