Seusai Divonis Bebas, Dua Polisi Penembak Laskar FPI Langsung Ekspresikan Ini

Seusai Divonis Bebas, Dua Polisi Penembak Laskar FPI Langsung Ekspresikan Ini
Suasana ruang sidang Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, anggota polisi terdakwa perkara unlawful killing alias pembunuhan enam Laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/2). Ilustrasi Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

Majelis Hakim kemudian memerintahkan jaksa untuk melepaskan kedua terdakwa dari segala tuntutan. Lalu, memerintahkan jaksa mengembalikan barang bukti kepada terdakwa.

"Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan, memulihkan hak-hak terdakwa," kata Arif.

Fikri dan Yusmin dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Putusan terhadap Fikri dan Yusmin jauh lebih ringan ketimbang tuntutan enam tahun penjara yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan terhadap Fikri dan Yusmin dibacakan JPU pada sidang, Selasa (22/2) lalu.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Briptu Fikri dan Ipda Yusmin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan yang ada.

JPU meminta Majelis Makim menghukum Fikri dengan hukuman enam tahun penjara. (cr3/jpnn)


Briptu Fikri dan Ipda Yusmin, terdakwa penembak anggota Laskar FPI sujud syukur usai divonis bebas Majelis Hakim.


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News