Usai Juara, Spanyol Bidik Host PD 2018

Usai Juara, Spanyol Bidik Host PD 2018
KULTUR - Parade skuad Spanyol dengan bus bertingkat beratap terbuka di Madrid, di jalanan yang dipenuhi khalayak, 12 Juli waktu setempat. Foto: Jasper Juinen/Getty Images/FIFA.com.
Selama ini, kultur sepak bola yang kuat memang menjadi salah satu poin kriteria penunjukan host. Kultur yang mengakar secara otomatis akan meningkatkan antusiasme publik setempat untuk menyaksikan Piala Dunia. Jika Piala Dunia sering identik sebagai pesta sepak bola sejagat, dukungan publik jelas sangat relevan.

Selama ini, jika melihat kultur sepak bola di Spanyol, sebenarnya antusiasme publiknya tidak perlu diragukan. Yang jadi masalah, apakah dukungan serupa bisa diharapkan datang dari Portugal, mengingat hubungan kedua tetangga ini tidak terlampau harmonis.

Faktanya, FPF telah mengirimkan selamat atas kesuksesan Spanyol. "Kami sangat bangga dengan prestasi Spanyol. Kami ingin melanjutkan kerjasama bilateral yang sudah terjalin lama dengan bersama-sama mengegolkan tujuan menjadi tuan rumah PD 2018," lanjut si juru bicara.

Namun, pencalonan Spanyol dan Portugal tidak bakal mulus. Mereka mendapat hadangan dari Inggris dan Amerika Serikat yang sangat ngotot memboyong PD 2018 ke negeri mereka. Promosi sudah gencar dilaksanakan, dengan menunjuk bintang-bintang sebagai duta pencalonan.

GELAR juara PD 2010 tidak hanya menempatkan Spanyol sebagai salah satu kiblat kekuatan sepak bola dunia. Banyak pihak percaya, sukses Xavi Hernandez

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News