Usia 13 Tahun Baru Pegang Gawai, Evan Felix Siswa Binus School Juara ICJ 2022

Usia 13 Tahun Baru Pegang Gawai, Evan Felix Siswa Binus School Juara ICJ 2022
Evan Felix Santoso diapit kedua orang tuanya dan para pimpinan Binus School serta perwakilan Microsoft Indonesia. Foto: Mesya/JPNN.com

Namun, hal terpenting yang harus ditautkan kepada para siswa adalah bagaimana caranya untuk memaksimalkan diri melalui potensi dan karakter yang sudah dimiliki agar bisa berguna bagi sesama serta lingkungan di sekitarnya.

Semangat fostering dan empowering sebagai komunitas Binus School terarah pada pengembangan siswa dengan tujuan utama membangun karakter teladan, mendukung pembelajaran yang inovatif serta membina kepemimpinan yang penuh kasih.

"Kami juga menawarkan pengembangan individu berwawasan lokal dan internasional yang menunjukkan keteguhan dan ketekunan di era globalisasi yang makin penuh tantangan," tutur Michael Wijaya.

Lidya Sompotan, Ibunda Evan, menceritakan bagaimana mendidik anaknya sehingga berprestasi di tingkat dunia. Selama 13 tahun, Lidya tidak membolehkan anak satu-satunya itu memegang ponsel. 

Evan baru memegang ponsel saat duduk di kelas VIII. Itu pun hanya untuk komunikasi dengan Ibunya saat antar jemput.

Meski tidak memegang ponsel, Lidya yang juga piawai di bidang IT, membekali Evan dengan kemampuan teknologi AI.

Evan yang senang dengan teknologi AI untuk mobil makin terasah kemampuannya dengan bantuan guru-gurunya di Binus School Simprug.

"Dua tahun belajar online membuat kemampuan anak saya di bidang AI makin terasah. Puji Tuhan, Evan memenangkan kompetisi ICJ," pungkas Lidya Sompotan. (esy/jpnn)

Evan Felix Santoso, siswa Binus School Simprug, Jakarta, memenangkan kompetisi Imagine Cup Junior atau ICJ 2022. memanfaatkan artificial intelligence atau AI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News