Viki Tewas Dihajar Massa, Ternyata Bukan Begal

Viki Tewas Dihajar Massa, Ternyata Bukan Begal
Jenazah Viki di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Foto: *4/MIRSHAL/Riau Pos

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri mengaku masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya.

"Kita sudah koordinasi dengan pemuka masyarakat di sana untuk mengusut ini," sebutnya.

Sesuatu yang bisa menjadi petunjuk digunakan untuk menemukan pelaku. Termasuk video yang sempat viral di media sosial.

"Yang jelas, main hakim sendiri itu tidak boleh. Jangan sampai, suatu tindakan pidana menimbulkan tindakan pidana lainnya," kata dia.

Kata Fajri, hingga saat ini pihak keluarga Viki belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Meski begitu, polisi tetap mengusut kasus ini. Sebab, perbuatan yang sudah menghilangkan nyawa orang lain, bukanlah delik aduan.

"Ya, walaupun tidak dilaporkan, kita tetap cari pelaku. Kita kumpulkan lah dulu bukti-bukti yang kuat," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat, untuk cepat mengambil tindakan. Apalagi sudah menyalahi aturan. Seperti main hakim sendiri.

"Negara kita ini adalah negara hukum. Seseorang baru bisa dinyatakan bersalah setelah adanya putusan pengadilan," sebutnya.

Polisi melakukan pengusutan terhadap kasus tewasnya Viki yang dihajar massa lantaran dicurigai sebagai begal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News