Viral Puluhan Paus Pilot Terdampar, Ini Penjelasan KKP

Viral Puluhan Paus Pilot Terdampar, Ini Penjelasan KKP
Paus pilot yang terdampar di Pantai Madura. Foto: dok KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi sedang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait terdampar di Pantai Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur. KKP sedang melakukan kajian lebih lanjut penyebab dari puluhan paus pilot tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb. Haeru Rahayu menjelaskan, penyebab terjadinya paus pilot terdampar akan didalami lebih lanjut.

"Dugaan sementara adalah salah satu paus, diduga pimpinannya sakit sehingga rombongan paus ini mengikuti pimpinan paus pilot yang sakit dan menunggu di pinggir pantai," kata Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (20/2).

Dia memaparkan, secara alamiah, paus yang sakit biasanya akan ke pinggir pantai dan akhirnya mati. Pada habitatnya, paus pilot hidup bergerombol, dipimpin oleh seekor pilot yang ukuran tubuhnya lebih besar.

Dari pengukuran lapangan, diperoleh panjang tubuh paus pilot yang terdampar bervariasi antara 2-3,5 meter. Paus yang paling besar diidentifikasi berjenis kelamin betina dengan panjang 3,5 meter.

"Salah satu dugaan mengapa paus pilot beruaya hingga ke Selat Madura yakni dikarenakan paus sedang migrasi di perairan tropis Indonesia dan salah satu daerah ruayanya adalah Selat Madura seperti yang terjadi tahun 2016," paparnya.

Terkait dugaan bahwa La Nina atau gelombang besar yang menjadi penyebabnya, ia menyatakan hal itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Lebih lanjut Tb Haeru Rahayu menambahkan upaya yang dilakukan oleh tim mengacu pada Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar yang diterbitkan oleh KKP, di mana kejadian paus pilot saat ini dikategorikan kode 1 yaitu ada yang masih hidup dan kode 2 yaitu baru saja mati.

Viral puluhan paus terdampar di Pantai Modung, Bangkalang, Madura, Jatim. KKP sedang melakukan kajian lebih lanjut terkait kejadian itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News