Wahai Gubernur yang Lockdown Satu Provinsi, Dengarlah Seruan Jokowi Ini

Wahai Gubernur yang Lockdown Satu Provinsi, Dengarlah Seruan Jokowi Ini
Presiden Jokowi bersiap menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9). Foto: ANTARA/HO/Setpres-Lukas

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo kurang sepakat apabila ada kepala daerah melakukan karantina wilayah atau lockdown, mencapai satu kota hingga provinsi. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, kebijakan itu bisa merugikan banyak masyatakat.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menggelar rapat terbatas tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (28/9). Jokowi mengingatkan untuk pencegahan penularan Covid-19, perlu tindakan yang mendetail juga.

"Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal. Ini perlu saya sampaikan sekali lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota," kata Jokowi.

Jokowi memandang pembatasan berskala mikro lebih efektif dibanding makro. Jokowi menilai pembatasan berskala kecil bisa dilakukan di tingkat desa, kampung, RT, RW atau kantor dan pondok pesantren.

"Saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisasi satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang," jelas Jokowi. (tan/jpnn)


Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Presiden Joko Widodo kurang sepakat apabila ada kepala daerah melakukan karantina wilayah atau lockdown, mencapai satu kota hingga provinsi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News