JPNN.com

Wakil Bupati PALI Mendadak Tinjau Lokasi Karhutla di Abab

Senin, 23 September 2019 – 23:58 WIB Wakil Bupati PALI Mendadak Tinjau Lokasi Karhutla di Abab - JPNN.com
Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, Senin (23/9) saat meninjau lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, tepatnya di lahan perkebunan sawit PT Golden Blossom Sumatera (GBS). Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, TALANG UBI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Provinsi Sumatera Selatan.

Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, Senin (23/9) secara mendadak meninjau lokasi kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, tepatnya di lahan perkebunan sawit PT Golden Blossom Sumatera (GBS).

Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar, menjelaskan kebakaran lahan ini akibat api yang berasal dari luar perkebunan. Kemudian merambat ke areal perkebunan melalui bawah tanah, karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

Menurut Junaidi, untuk menanggulangi kebakaran lahan di PT GBS telah dikerahkan tim penanggulangan Karhutla. Tim dipimpin oleh BPBD Kabupaten PALI, dibantu unsur TNI/polri yaitu Danramil Talang Ubi, Kapten Mulyadi dan tim dari perusahaan sendiri.

Junaidi Anuar mengatakan sementara waktu timnya beserta Satgas TNI polri melakukan pemadaman jalur darat, dikarenakan lahan yang terbakar adalah lahan gambut, maka langkah yang dilakukan setelah pemadaman adalah melakukan pendinginan lahan. Caranya adalah membolong lahan agar air yang disemprotkan dapat masuk cepat ke dalam tanah, dan juga untuk melokalisir panas yang ada di dalam lahan gambut.

“Hal ini cukup efektif mengingat lahan gambut di PALI tidak cukup dalam, paling dalam 2 meter,” kata Junaidi.

Dalam peninjauan mendadak tersebut, Wakil Bupati PALI menyatakan bahwa dirinya telah meminta BPBD PALI untuk melakukan pengecekan terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan di PALI, apakah mereka memiliki peralatan yang lengkap untuk mengantisipasi apabila kebakaran hutan terjadi, Termasuk mengecek personel perusahaan apakah memiliki kemampuan penanggulangan kebakaran hutan.

“Apabila masih banyak perusahaan yang lalai, maka perusahaan sudah seharusnya diberikan sanksi,” kata Ferdian.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...