Wapres Minta Singapura Transparan

Soal Kasus Kematian David

Wapres Minta Singapura Transparan
Wapres Minta Singapura Transparan
JAKARTA - Keluarga David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang meninggal di Singapura, kemarin petang bertandang ke kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keluarga mendiang itu berharap pemerintah Indonesia membantu mengungkap kasus meninggalnya mahasiswa Nanyang Technological University tersebut secara transparan dan adil.

Keluarga David yang kemarin menghadap Wapres antara lain ayahnya, Hartanto Widjaya, dan kakak kandung William Widjaya. Dengan didampingi sejumlah penasihat hukum, mereka tiba di kediaman dinas Wapres sekitar pukul 17.15. Setelah pertemuan 45 menit, Wapres meminta Singapura bersikap adil dan transparan dalam menangani kasus yang menimpa David Hartanto Widjaya.

Pemerintah Indonesia akan mendukung setiap langkah yang dilakukan keluarga David. Wapres juga memerintahkan KBRI Singapura mengikuti perkembangan kasus David yang kini ditangani Coroner Court. "Keluarga mengharapkan keterbukaan semua pihak. Baik pihak universitas maupun pemerintah Singapura. Pemerintah Indonesia mempercayakan penyelesaian kasus ini dalam koridor hukum. Sebab, kepolisian dan aparat hukum di Singapura dikenal bagus dalam penegakan hukumnya," ujar Kalla.

William menambahkan, Nanyang Technological University telah melakukan pembohongan kepada publik dengan mengatakan David tewas bunuh diri dengan melompat dari loteng setelah upaya pembunuhan terhadap dosen pembimbingnya, Chan Kap Luk, pada 2 Maret lalu.

JAKARTA - Keluarga David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang meninggal di Singapura, kemarin petang bertandang ke kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News